Kepercayaan. Perihal
kepercayaan. Kata orang, jika kepercayaan sudah dirusak, maka sudah tak ada
lagi kebenaran. Isn’t true? Saya sendiri sedikit setuju. Namun, manusia
tempatnya khilaf, kan? Setidaknya ada sisi dimana manusia bisa berubah.
Mengubah semua yang terjadi di masa lalu dengan hal baru. Dengan hal yang lebih
baik.
Menurut saya sendiri,
kita boleh percaya kembali pada orang yang sudah mengkhianati kepercayaan
tersebut. Why? Mengapa? Sebab kepercayaan kepada orang lain tentu patut dijalin
meski sudah ada keretakan. Ibaratnya kaca yang sudah tertempel debu-debu tentu
masih bisa dibersihkan, bukan? Sama halnya dengan manusia, sesalah apapun dia,
namun jika ada kehendak untuk memperbaiki, bukankah tak salah? Bukankah kita
harus memaafkan dan memberi setidaknya kesempatan untuknya lagi? Koreksi saja
apabila statement dari saya terdengar irrasional.
Intinya, memberi ruang
ataupun kesempatan kepada orang lain untuk berubah atau memperbaikinya lagi,
tak ada yang salah. Barangkali justru kita mendapat berkah atau pahala
dari-Nya. Talk less do more. Anything you do if that usefull for many peope, do
it!
-Banjarnegara, 21 Agustus 2018
0 komentar:
Posting Komentar