Senin, 13 April 2020

Ur choice?

Terkadang heran melihat orang-orang yang bertindak semua mereka sendiri.
Ingin memusnahkan orang-orang seperti itu.
Menurutku sangat childish di umur mereka yang terbilang sudah tidak muda lagi.
Setiap orang pasti pernah berbuat salah.
I know. I do the same.
Tapi jika terus menerus itu namanya apa?
Sungguh tidak paham rasanya.
Lakukan hal yang memang menjadi tanggung jawabmu.
Apa salahnya sih?
Lima menit saja.
Apa mereka tidak pernah berfikir nantinya?
Apa mereka tidak pernah merasa tidak enak hati?
Kurasa tidak.
Apa mereka tidak tahu disini sudah berusaha mati-matian?
Ah, salah.
Mungkin aku terlalu berlebihan.
Kita manusia.
Sama-sama belajar.
I know right.
Tapi kembali lagi, kita sudah dewasa.
Aku terdengar egois?
Mengapa tidak?
Aku sudah berusaha.
Whatever you choice is your responsibility.
Please do it.
Don't make it many reason.
Ya, ya, aku terlalu kasar malam ini.
Lagipula ini pun sebagai cermin bagi diriku.
Untuk kedepannya, aku akan berusaha.
Setidaknya aku berusaha lebih baik.
Kamupun begitu?
Mari bersama-sama.
Ayunkan tangan untuk kearah lebih baik, apa salahnya?

14 April 2020, 01.37 AM

Abu-abu.

Malam ini, aku terlalu berfikir.
Entah mungkin ini kebodohanku.
Lagi lagi aku menyalahkan diriku.
Dan keadaan?
Aku menyesal sampai membuatku gila.
Aku menangis setiap mendengar lagu-lagu mellow berhubungan dengan asa lama itu.
Aku merutuki diriku sendiri setiap malam.
Saat aku sendirian.
Aku..
Dan kebodohanku.
Mungkin terdengar berlebihan.
Tapi aku sampai sesak bahkan tak bisa berkata-kata.
Susah sekali untuk berlabuh lagi.
Mungkinkah ini hanya sebatas perasaan semu?
Mungkinkah ini hanya sebatas penyesalan?
Bukan cinta yang dulu kualami?
Cinta pertama.
Orang bilang, "jangan terlalu terikat dengan cinta pertamamu terlalu lama".
Kamu benar.
Saatnya aku 'berpetualang lagi'.
Tetapi pikiranku kosong.
Abu-abu.
Bahkan aku tak mempercayai lagi apa itu cinta.
Kesedihan.
Penyesalan.
Yang kutahu hanyalah itu.
Sesak dadaku.
Mengapa aku sebodoh itu?
Hati kecilku berbisik, "itu kebodohanmu saat puber, tak masalah."
Separuh hatiku menggumam, "kamu terlalu gegabah. Itulah akibatmu!"
Tuhan,
Mengapa kau mengutukku?
Aku ingin berhenti tapi aku rasa..
Sesukar itu.
Tetesan air mata kembali mengalir.
Bolehkah aku mengulang hidupku di masa itu?
Ah, kamu pikir kamu hidup di dunia fiksi?
Fiksi wattpad? Atau novel teenlit?
Aku meronta.
Cukup kesedihan untuk malam ini.
Mugkin sang koala sedang puas melihat aku dan kerapuhanku.
Seharusnya aku menjadi dewasa,
Dengan segala hal yang kulalui.
Kuharap begitu.
Suatu saat nanti.
Entah kapan terjadi.

Aku,
11 April 2020
01.09 AM